Laman

Rabu, 02 Oktober 2013

Fungsi Menu References dalam Microsoft Word



References

1.    Table of Contens
reference table of contens
            Icon perintah yang terdapat pada group Table of Contens terdiri dari 3 icon: Table of Contens, Add Text, dan Update Table.

a.              Table of Contents
Menu Table of Contens digunakan untuk pengelolaan daftar isi. Dengan menu ini user bisa menyisipkan daftar isi otomatis pada sebuah halaman dokumen. Bila mode otomatis yang dipilih, maka fitur ini akan mencari judul dan subjudul secara otomatis dari file dokumen yang tengah Anda garap. Itulah sebabnya, sebelumnya Anda perlu memformat heading style atau format judul pada dokumen yang sedang dikerjakan. Dengan kata lain, daftar ini sebaiknya disisipkan ketika judul atau subjudul sudah terbentuk, meskipun hanya sebagian saja. Dengan menu ini pula Anda dengan leluasa dapat mengatur daftar isi yang sudah disisipkan.

b.             Add Text
Menu Add Text digunakan untuk mengelola paragraf terpilih dalam kaitannya sebagai entri dalam daftar isi yang sudah dibuat. Tentu anda tahu bahwa mesin otomatis tidak selamanya dapat menjalankan tugas spesifik yang sangat detail. Sehingga perlu adanya opsi yang memungkinkan user untuk melakukan customisasi bila nantinya ternyata tidak sesuai dengan yang diharapkan. Tidak jarang, di tengah penulisan, akan membaca sebuah alinea biasa sebagai judul. Di kasus lain, anda mungkin menghendaki sebuah judul untuk dimasukkan ke level 2 (subjudul) namun sistem justru menjadikannya sebagai judul (level 1). Sehingga langkah kustomisasi tampaknya perlu dilakukan agar hasil pekerjaan sesuai dengan yang diinginkan. Disinilah fungsi sebenarnya dari menu ini. Bila diklik, menu ini akan memunculkan pulldown yang terdiri dari beberapa opsi pendukung sisipan tersebut. Anda bisa memilih, apakah mau disisipkan sebagai judul (level 1), atau subjudul (level 2), dll.

c.             Update table
Menu Update Table digunakan untuk memperbarui daftar isi. Adanya perubahan pada sebuah dokumen, misalnya saat Anda menghapus suatu judul atau subjudul tidak secara otomatis mempengaruhi status daftar isi. Update Table berfungsi untuk sinkronisasi antara daftar isi dengan perubahan terkini dalam dokumen.


2.    Footnotes
reference footnotes
Umumnya, semua icon perintah yang terdapat di group Footnotes ini pengelolaan referensi tulisan. Group ini memiliki flyout di bagian kanan-bawahnya yang berisi properti lebih detail seputar referensi dokumen. Group ini terdiri dari 4 icon perintah: (1) Insert Footnote, (2) Insert Endnote, (3) Next Footnote, dan (4) Show Notes.

a.            Insert footnote
Menu Insert Footnote digunakan untuk menyisipkan catatan kaki (rujukan yang berada di bagian bawah halaman atau footer). Suatu istilah kadang merasa perlu untuk dijelaskan lebih detail untuk memunculkan pemahaman yang konkrit, namun tidak mungkin dijelasakan dalam paragraf bahasan. Bila dipaksa akan memutus alur bahasan itu sendiri. Sebagai alternatif, Anda menyisipkan catatan kaki untuk menjelaskan lebih detail tentang istilah yang dipakai. Aktifkan kursor di sebelah kanan kata yang dimaksud, lalu klik icon ini, maka sistem akan membawa kursor ke bagian bawah halaman dan mempersilahkan Anda menulis catatan kaki.

b.             Insert Endnote
Berbeda dengan menu Insert Footnote, menu Insert Endnote digunakan untuk menyisipkan catatan di akhir bab. Namun demikian, cara penggunaannya sama, bila perintah Endnote diklik, sistem akan membawa Anda pada akhir bab dan mempersihakan Anda untuk menuliskan catatan mengenai kata tertentu sesuai yang ditunjuk oleh kursor.

References

A.      Bibliography
  Bibliography berfungsi untuk menyisipkan daftar pustaka ke dalam file dokumen     yang aktif.
      
B.      Inser Table of Figures
Insert Table of Figures berfungsi untuk menyisipkan daftar isi gambar yang disisipkan ke dalam dokumen

C.      Cross-reference
Cross-reference berfungsi untuk menyisipkan referensi silang Index

D.      Inser Caption
Insert Caption berfungsi untuk membubuhkan keterangan seputar ilustrasi atau gambar yang sudah disisipkan

E.  Style
 Style berfungsi untuk memilih bentuk bibliography yang diinginkan



REFERENCES
reference citation & bibliography
Menu Bibliography digunakan untuk menyisipkan daftar pustaka ke dalam file dokumen aktif. Seperti yang telah dijelaskan di atas, daftar pustaka sangat berkaitan dengan bahan kutipan yang telah disisipkan. Mungkin ada baiknya setelah Anda sisipkan kutipan langsung, Anda tidak lupa untuk mengklik icon Bibliography ini agar tidak perlu lagi mencatat di buku tradisional.
reference caption
 Insert Captiondigunakan untuk membubuhkan keterangan seputar ilustrasi atau gambar yang sudah disisipkan. Memang kita akui bahwa gambar cukup membantu memperjelas suatu bahasan. Namun gambar tersebut juga perlu diarahkan dengan sedikit keterangan seputar gambar tersebut. Bila tidak, mungkin ada sedikit pergeseran pemahaman tentang gambar ilustrasi tersebut.
Icon Insert Table of Figures digunakan untuk menyisipkan daftar isi gambar yang disisipkan ke dalam dokumen. Umumnya dalam perbukuan merasa perlu untuk melakukan katalog mengenai gambar-gambar yang terdapat di buku, untuk memudahkan pembaca dalam menavigasi seluruh gambar yang ada di sebuah buku. Icon Insert Table of Figures digunakan untuk melakukan urusan tersebut. Sehingga dengan mudah dapat membuat katalog gambar deskripsi di sebuah buku.
Icon Update Table digunakan untuk melakukan pembaruan terhadap daftar katalog gambar. Perubahan di segmen gambar tidak serta-merta langsung mengubah katalog yang sudah dimasukkan sebelumnya. Misal, kita menambah atau menghaps suatu gambar ilustrasi. Kasus lain, nomor katalog gambar mungkin amburadul saat menyisipkan gambar baru diantara gambar lainnya. Dengan icon Update Table tersebut, sistem akan mengurutkan nomor katalog gambar tersebut.
Icon perintah Cross-reference berfungsi untuk menyisipkan referensi silang. Tak jarang pengulangan istilah di halaman lain juga perlu dijelaskan kembali di catatan kaki. Namun bagaimana bila hal itu harus diulang 100 kali? Disinilah fungsi sebenarnya dari icon Cross-reference tersebut. Anda bisa merujukkannya ke footnote atau endnote di halaman lainnya.
reference index
Mark Entry digunakan untuk menandai masukan baru dalam dokumen. Saat mengedit tulisan mungkin dihadapkan pada situasi dimana Anda merasa perlu membedakan antara kata masukan yang baru dengan yang lama. Icon perintah Mark Entry akan membantu Anda dalam pengelolaan seputar masukan baru dalam sebuah dokumen. Dengan icon ini, entri kata yang baru akan ditandai dengan warna tertentu sehingga dengan mudah Anda bisa membedakan antara masukan kata yang sebelumnya dengan entri kata yang terbaru.


reference index
Insert index digunakan untuk menyisipkan daftar kata (indeks) ke dalam dokumen. Indeks menggambarkan kata atau istilah yang dibahas di dalam tulisan Anda. Dengan indeks, pembaca akan memiliki navigasi untuk mengenal sepintas tentang perbendaharaan sebuah buku. Icon Index membantu Anda dalam pengelolaan indeks di dokumen garapan Anda.

Update Index digunakan untuk memperbarui daftar indeks terkini. Saat Anda menambahkan kalimat baru di suatu bahasan, mungkin akan menggeser halaman yang sebelumnya sudah terdaftar dalam indeks sehingga daftar nomor halaman yang sudah terindeks tidak akurat lagi dengan kondisi terbaru dari dokumen Anda.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEibo2Mt0Apkew9fnDdbRcFWFK7zT3DlTv01169LUmAkioGi_OAeV8W7ocIxq-MSGB4WY__9SSo41no8iGtPZah8N3AHcBBWhcjG2R2r6_ogGDwNDBmxyl8671P0h5-Ibg6W8HlWL9mfp-ts/s320/Table+Of+Authorities.png

a.    Mark Citation
Mark Citation berfungsi untuk menandai kutipan
b.      Insert Table of Authorities
Insert Table of Authorities berfungsi untuk membuat daftar kutipan
c.       Update Table
Update Table berfungsi untuk memperbaharui daftar kutipan






















 

Ikatan Kimia - Kimia Anorganik I



IKATAN KIMIA
3 Jenis utama dalam ikatan , yakni :
1.      Ikatan kovalen antara pasangan atom (ikatan pusat-dua)
2.      Ikatan kovalen terdelokalisasi (pusat-banyak)
3.      Ikatan ion

Tumpang Tindih Orbital
Sebagai panduan dasar kualitatif untuk menilai ada tidaknya ikatan, kriteria mengenai tumpang-tindih orbital-orbital atom netto yang  positif merupakan manfaat yang tidak sejalan. Akibatnya, pertama-tama akan ditinjau pengujian terhadap tumpang tindih tersebut. Bila dua atom saling menghampiri cukup dekat sampai satu orbital dari setiap atom memiliki amplitudo yang besar dalam daerah ruang yang dipunyai bersama, dikatakan bahwa orbital-orbital tumpang-tindih. Besarnya amplitudo bisa positif, negatif, atau nol, bergantung kepada sifat-sifat orbital-orbital yang terlibat.
Tumpang-tindih bertanda positif bila bertindihan kedua orbital mempunyai tanda sama + atau - . tumpang-tindih bertanda negatif bila daerah pertindihan kedua orbital mempunyai tanda berlawanan. Tumpang-tindih yang tepat nol terjadi bila terdapat daerah pertindihan yang tepat sama dengan tanda berlawanan.
Molekul-Molekul Diatom Heteronuklir
Perluasan teori kualitatif bagi molekul diatom homonuklir ke molekul heteronuklir, seperti CO dan NO tidaklah sulit. Ini tergantung pada masuknya fakta bahwa kedua set orbital atom yang berinteraksi mempunyai energi yang berbeda. Dimana molekul-molekul isoelektronik N2 dan CO dibandingkan maka akan timbul perbandingan 1). Sekalian orbital atom oksigen terletak pada energi lebih rendah daripada orbital-orbital atom C yang sesuai, karena oksigen memiliki muatan inti dua satuan lebih tinggi. 2).  Pemisahan energi 2s-2p lebih besar bagi O daripada bagi C.
Teori Orbital Molekul bagi Molekul Poliatom
Metode orbital molekul dapat berlaku umum terhadap molekul-molekul yang lebih besar. Penerapan teori OM yang lebih umum dan sangat pentingdalam molekul-molekul poliatom, meliputi ikatan  dalam deret planar. Satu golongan penting yang secara kualitatif serupa walau secara terinci berbeda adalah spesies simetris dengan rumus umum AB3 yang planar. Contoh-contoh yang penting adalah BF3, CO32- , dan NO3-
Pendekatan Ikatan Terlokalisasi, Keadaan valensi dan Hibridisasi
Pengikatan dalam molekul poliatom dapat juga diperlakukan sebagai himpunan ikatan terlokalisasi antara pasangan-pasangan atom yang berdekatan. Keadaan valensi Bila kulit valensi hanya memiliki satu orbital yang terisi, dan elektron-elektronnya berpasangan . Dilain pihak, bila ia membentuk dua ikatan , dengan menggunakan satu elektron masing-masing dari kedua atom lainnya , ia mula-mula harus diletakan ke keadaan dimana setiap elektron terletak pada orbital yang berlainan, dan setiap spin harus saling dipisahkan, agar siap untuk berpasangan spin elektron pada atom yang akan digunakan untuk pengikatan. Bila berada dalam keadaan ini, atom tersebut disebut beradadalam keadaan valensi. Hibridisasi (orbital tercampur) suatu atom yang hanya memiliki orbital-orbital s dan p dalam valensi  dapat membentuk 3 jenis orbital hibrida, bergantung pada banyaknya  elektron yang tersedia untuk membentuk ikatan : hibrida sp memberikan molekul linier, hibrida sp2  memberikan molekul segitiga planar, dan hibrida sp3 memberikan molekul tetrahedral. Bila tersedia orbital-orbital d beserta orbital-orbital s dan p maka akan  menghasilkan ikatan hibridisasi oktatahedral (d2sp3), hibridisasi segi empat planar (dsp2), hibridisasi tetrahedral(sd3), hibridisasi bipiramidal-trigonal(dsp3), dan hibridisasi piramidal-segiempat (dsp3).
Resonansi
Konsep resonansi dapat dinilai dari segi energi. Dapat ditunjukan bahwa hibrida resonansi harus memiliki energi lebih rendah , yakni lebih stabil, daripada struktur tunggal manapun. Hal inilah yang menerangkan fakta bahwa molekul berada dalam struktur hibrida daripada sebagai struktur yang manapun. Kasus lain dikenal sebagai pemerian resonansi dapat dapat digunakan  untuk menerangkan orde ikatan pecahan. Satu jenis tertentu dari resonansi yang perlu disebut khusus adalah resonansi kovalen-ionik. Ini digunakan untuk menghitung selisih keelektronegatifan , atas dasar bahwa sumbangan ionik atau polar pada ikatan menyebabkan lebih kuat daripada ikatan kovalen murni saja.
Ikatan Berpusat Banyak dalam Molekul Tuna Elektron
Sejauh ini hanya ditinjau molekul-molekul yang mempunyai cukup banyak elektron, paling sedikit untuk membiarkan penggunaan satu pasang elektron antara dua atom berdekatan yang saling mengikat. Namun dalam beberapa molekul, tidak cukup terdapat elektronuntuk membiarkan terjadi satu (ataulebih) pasangan elektron antara setiap pasangan atom yang berdekatan. Molekul semacam ini tuna elektron.
Bentuk Molekul
Pembahasan akan dibatasi kasus-kasus yang penting mengenai molekul-molekul dimana atom pusat A memiliki berbagai atom lain yang terikat padanya, tetapi tidak terikat sesamanya. Banyak molekul sederhana dan yang penting , maupun ion-ion kompleks adalah dari jenis ini, karenanya untuk mempunyai cara sederhana memang bermanfaat dalam meramalkan dan mengaitkan strukturnya. Model Tolakan Pasangan Elektron Kulit Valensi (VSEPR), model ini didasari gagasan sederhana bahwa elektron-elektron disekeliling atom pusat A akan membentuk pasangan(dengan spin yang berlawanan), dan pasangan-pasangan tersebut akan cendrung sejauh mungkin saling berjauhan , agar tolakan elektrostatistiksesamanya sekecil-kecilnya. Hibridisasi atau Teori Valensi Terarah , menurut perlakuan ini arah ikatan ditentukan oleh set orbital hibrida pada atom pusat yang digunakan untuk membentuk ikatan ke atom-atom ligan, dan untuk memegang pasangan yang tidak digunakan bersama. Model Ikatan Berpusat Tiga, model yang didasari oleh orbital valensi terarah, tetapi sama sekali mengabaikan orbital d.
Panjang Ikatan dan Jari-Jari kovalen
Ditinjau dari iaktan tunggal antara atom-atom yang sama, misalnya Cl-Cl, dapat ditetapkan jari-jari kovalen ikatan tunggal suatu atom yakni setengah panjang ikatannya. Ikatan ganda akan lebih pendek daripada ikatan tunggal yang sesuai. Akibatnya jari-jari ikatan rangkap rangkap dua dan rangkap tiga dapat juga ditetapkan. Bagi unsur-unsur C,N, dan O yang membentuk paling banyak ikatan ganda, ikatan rangkap dua dan rangkap tiga jari-jariny berturut-turut 0.87 dan 0.78 jari-jari ikatan tunggalnya.  Hibridisasi suatu atom mempengaruhi jari-jari kovalen, karena orbital-orbital s lebih mengalami penyusutandaripada orbital-orbital p, jari-jari turun dengan bertambahnya sifat s. Bila terdapat perbedaan keelektronegatifan yang besar antaradua atom, panjang ikatan biasanya lebih kecil daripada jumlah jari-jari kovalen, kadang-kadang cukup besar selisihnya.
Pengemasan Molekul , Jari-Jari van der Waals
Bila molekul-molekul dikemas bersama dalam wujud cair dan padat, saling mendekatinya dibatasi oleh gaya tolakan jarak pendek, yang terjadi dari pertindihan daerah luar yang membaur dari awan elektron atom-atom. Jarak sebenarnya yang memisahkan kedua molekul agar diam ditentukan oleh kesamaan nilai gaya tarikan dan gaya tolakan. Juga terdapat gaya-gaya tarikan jarak pendek yang lemah antara molekul-molekul, sebagai hasil dari gaya-gaya dipol permanen,dipol-dipol berfluktuasi, yang nilai rata-rata waktunya dalam molekul manapun adalah nol. Secara bersamaan, sekalian gaya tarikan dan gaya tolakan yang bukan ionik ataupun kovalen disebut gaya van der Waals.Kedua gaya tarikan dan tolakan tersebut, dalam garis besarnya adalah besaran tetap yang meliputi sejumlah besaran molekul, jari jarak antara molekul-molekul dalam fase terkondensasi tidak begitu berbeda. Sebagai hasilnya dapat dibuat daftar jari-jari van der Waals, yang memberikan jarak antara inti yang khas antara atom-atom bertetanggaterdekat dalam berbagai molekul dalam fase terkondensasi. Jari-jari van der Waals jauh lebih besar dari pada jari-jari kovalen dan pada garis besarnya adalah konstan bagi spesies isoelektronik.

Struktur Atom-Kimia Anorganik I



Struktur Atom
Istilah struktur atom biasanya digunakan untuk mencakup bukan saja distribusi elektron yang mungkin disekeliling inti, tetapi juga energi elektron dan sifat kemagnetannya, entalpi pengionan dan sejenisnya, yang bergantung kepada pendistribusiannya. Telah ditemukan bahwa garis-garis spektra atom hidrogen terdiri atas berapa deret garis konvergen yakni : Deret Ultraviolet (Lyman)., Deret tampak (Balmer), dan Deret infra merah (Paschen).

Mekanika Gelombang
Dalam mekanika gelombang , salah satu gagasan dasar adalah bahwa letak elektron sebagai partikel diskret,  tidak dapat dirinci dengan tepat. Mekanika elektron tersebut mempunyai fungsi gelombang,  yang mempunyai nilai tepat pada setiap titik dalam ruang. Fungsi gelombang dapat ditafsirkan dengan salah satu dari dua cara :
1.      Elektron dipandang sebagai partikel diskret, pangkat dua fungsi gelombang , menyatakan kemungkinan mendapatkannya secara relatif pada setiap titik.
2.      Elektron terpandang sebagai distribusi terpoles dari muatan negatif yang rapatannya beragam dari satu tempat ketempat yang lain, menurut besarnya pangkat dua fungsi gelombang.
Menurut mekanika gelombang, rapatan elektron memiliki simetri bulat sekeliling inti. Rapatan elektron paling besar terjadi pada inti dan turun secara eksponensial dengan bertambahnya jari-jari.

Orbital Atom dalam Mekanika Gelombang
Terdapat berbagai jenis orbital yang disebut s,p,d,f (secara abjad diikuti oleh g,h dan seterusnya), yang mempunyai nilai / berturut-turut 0,1,2,3 dan seterusnya. Bagi setiap nilai n terdapat satu orbital s. Bagi setiap nilai n dimulai dari 2 terdapat satu set tiga orbital p, begitu seterusnya. Setiap orbital s adalah simetri bulat. Setiap orbital p terdiri atas cuping positif sepanjang sumbu positif cartesius, dan cuping negatif sepanjang sumbu negatifnya. Setiap set orbital d terdiri atas 5 anggota. Sedangkan bagi setiap bilangan kuantum utama mulai dengan 4 terdapat set orbital f. Orbital 4f  hanya sedikit berperan dalam ikatan kimia, walaupun tidak diragukan bahwa orbital 5f cukup ekstensif digunakan dalam berbagai senyawaan yang dibentuk oleh unsur-unsur aktinida.



Spin Elektron, Prinsip Eksklusi, Konfigurasi Elektron
Setiap elektron mempunyai sifat yang disebut spin, yang dapat dibayangkan bahwa elektron sebagai partikel diskret berpusing , seperti gasing pada sumbu  yang melewatinya. Terdapat dua akibat penting dari spin elektron. Salah satu ialah bahwa harus dirinci oleh bilangan kuantum tambahan. Ini mempunyai nilai +1/2 atau -1/2, bergantung pada spin apakah searah atau berlawanan arah  dengan jarum jam.
Prinsip Ekslusi, bila suatu elektron diperuntukan bagi suatu orbital elektron, elektron tersebut dapat sepenuhnya diterangkan dengan daftaran empat bilangan kuantum. Aturan dasar yang harus diikuti pada penempatan dua atau lebih elektron pada orbital-orbital suatu atom ialah prinsip eksklusi.
            Dua elektron dalam suatu atom tidat dapat memiliki set bilangan kuantum yang identik.
Akibat paling penting dari prinsip ini ialah bahwa tidak ada orbital yang pernah memuat lebih dari dua elektron , dan elektron-elektron tersebut harus mempunyai spin yang berlainan.
Cara elektron menempati orbital-orbital dalam atom disebut konfigurasi elektron atom tersebut. Bagi atom hidrogen, ini hanyalah pernyataan orbital mana yang terisi , misalnya 1s untuk keadaan dasar, 2s,3d,5f dan sebagainya untuk berbagai keadaan tereksitasi.

Struktur Atom dengan Banyak Elektron
sekarang dapat diperhatikan pertanyaan cara konfigurasi elektron menyusun keadaan dasar atom bagi setiap unsur. Hal ini ditentukan secara sistematik dengan membangun konfigurasi menurut naiknya nomor atom. Pada pengerjaannya prinsip eksklusi (tidak lebih dari dua elektron setiap orbital), dan setiap penambahan elektron harus diperuntukan bagi orbital energi terendah yang belum terisi. Dijumpai fakta penting, yaitu bahwa orbital-orbital dalam bilangan kuantum utama sama, tidak memiliki energi sama pada atom berelektron banyak, walaupun memang demikian hanya pada atom hidrogen.

Tabel Berkala
Menurut tabel bekala oleh Mendeleyev, dimana unsur-unsur ditata dalam baris horizontal  dengan panjang baris yang dipilih sedemikian hingga unsur-unsur yang serupa akan membentuk kolom vertikal. Moseley-lah yang menunjukan bahwa kriteria urutan yang sesuai bukanlah bobot atom melainkan nomor atom. Selanjutnya kolom-kolom vertikal tidak saja memuat unsur-unsur yang sifat kimianya serupa, tetapi atom-atom yang konfigurasi elektronnya mirip.

Aturan Pertama Hund, Perubahan Entalpi Pengionan dengan Nomor Atom
Aturan pertama Hund : konfigurasinya paling stabil, diantara beberapa kemungkinan dengan energi orbital sama, ialah konfigurasinya dengan spin elektron tidak berpasangan  yang paling banyak. Aturan ini berarti penyebaran elektron, karena setiap dua elektron pada orbital yang sama menurut prinsip eksklusi diharuskan untuk memiliki spin yang berlawanan arah, suatu keadaan yang diberikan sebagai perpasangan spin.
Terdapat tiga kecendrungan utama yang perlu dikomentari dalam entalpi pengionan  pertama yakni :
1.      Maksimal terjadi pada gas-gas mulia dan minimal terjadi pada logam logam alkali karena konfigurasi kulit penuh dari gas-gas mulia sangat stabil dan tahan untuk dipecahkan, baik untuk membentuk ikatan kimia atau diionkan.
2.      Dari setiap logam alkali ke gas mulia berikutnya terdapat kenaikan entalpi pengionan secara menyeluruh karena elektron-elektron dengan bilangan kuantum utama sama mempunyai jarak rata-rata dari inti yang kira-kira sama.
3.      Kenaikan yang baru saja dibahas tidaklah mulus, melainkan terdapat dua lonjakan yang terjadi pada posisi yang sesuai pada setiap deret , yakni dari Li sampai Ne, dari Na sampai Ar, dan dengan sedikit perbedaan akibat masuknya unsur-unsur transisi dalam periode-periode berikutnya dari tabel.

Sifat Magnetik dari Atom dan Ion
Setiap atom, ion, atau molekul yang memiliki satu atau lebih elektron tidak berpasangan adalah paramagnetik, artinya bahwa ia atau setiap materi dimana ia terdapat , akan ditarik kedalam magnet. Zat-zat yang tidak mengandung elektron tidak berpasangan adalah diamagnetik, artinya mereka sedikit ditarik oleh medan magnet. Sebenarnya paramagnetisme suatu zat yang mengandung elektron-elektron tidak berpasangan menerima sumbangan dari gerakan orbital elektron tidak berpasangan maupun dari spinnya. Namun, terdapat kasus-kasus penting dimana sumbangan spin begitu menonjol, sehingga harga susceptibilitas yang terukur dapat diartikan sebagai petunjuk berapa banyak elektron tidak berpasangan yang ada.  Pertalian ini paling baik dinyatakan  dengan menggunakan besaran yang disebut momen magnetik.

Keelektronegatifan
Keelektronegatifan adalah ukuran empiris mengenai kecendrungan atom dalam molekul untuk menarik elektron.Dengan sendirinya ia akan berubah dengan tingkat oksidasi atom. Perlu ditekankan bahwa kelektronegatifan bukanlah sama seperti entalpi penangkapan elektron, walaupun ada keterkaitannya . Keelektronegatifan sebagian ditentukan oleh kecendrungan atom mengikat elektrontambahan, dan sebagian oleh kecendrungan memegang elektron yang sudah dimiliki.

Senin, 15 Juli 2013

awal puasa T.T

ini kisahku diawal puasa di tahun 2013..
diawal puasa ini dimulai dengan ujian akhir semester di kampusku..
entah bagaimana jadwal ini harus masih ada disaat bulan puasa ini dimulai..
aku tetap yakin, dibulan yang penuh Rahmat ini semuanya bakalan menjadi lebih baik..
nilai baik, dan teman -teman yang ingin pulang ke kampungnya masing-masing selamat sampai tujuan..
dihari terakhir ujian semester ini, ternyata cobaan datang lagi .. sakit demam melandaku.. padahal ujian masih tersisa 1 mata Kuliah yang tak bisa diundur-undur..
sakit ini sungguh menyiksaku, semua badan panas, lemas, ditambah sedeng menjalani puasa .. harus kuat dan terus bersabar diawal puasa ini.. hingg hari ini, yakni hari ke 6 menjalani puasa aku masih sakit, semoga semuanya cepat membaik.. aamiin 

Selasa, 07 Mei 2013

saat hujan

kadang hujan tak pernah mau mengerti.. membasahi bumi tanpa berpikir, apakah yanah siap menampungnya? atau apakah tumbuhan siap menerimanya?
begitupula kamu, terkadang kamu selalu memberi sejuta bahkan lebih ocehan ocehan mu, tanpa berpikir apakah aku siap? apakah hati ini menerima?
tapi hujan mengerti saat musim kering ia datang, menghilangkan segala kegundahan dan kegelisahan tanah..
seperti kamu yang selalu siap menemaniku, menjagaku disaat aku membutuhkanmu.. kamu sangat berharga, lebih dari hujan dalam hidupku.. lebih dari tanaman yang membutuhkan hujan , bahkan tanah yang membutuhkan air..
aku butuh sosok sepertimu, yang kadang diam tapi lucu..
yang kadang menyebalkan tapi menghibur...
yang kadang membuat kesal, tapi selalu ada cara mu menyampaikan rindu..
hujan punya berjuta juta tetesan air yang sangat bermanfaat, begitulah kamu.. kamu punya berjuta cara bagaimana membuatku merindu..
membuatku mengerti bahwa kamu, lebih dari butiran hujan, kamu lebih dingin dari hujan .. tapi kamu juga bisa menghangatkanku dengan belaianmu..
you are my every thing dimas :*